Pages

Labels

Ahmed Huzaini. Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 25 Maret 2012

Tips Cara Mendapatkan Cinta Sejati

Cinta adalah anugerah dari Tuhan yang maha esa yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Cinta antara laki-laki dan perempuan telah ada sejak manusia pertama turun ke dunia hingga sekarang. Cinta merupakan bumbu penyedap hidup yang sementara ini yang dapat memberikan kebahagiaan yang sejati.Cinta memang dapat membawa suka dan juka dapat membawa duka bagi orang-orang yang merasakannya. Berbagai problema cinta tercipta dari yang ringan hingga yang berat seperti naksir, cinta pada pandangan pertama, cinta bertepuk sebelah tangan, cinta segi tiga, cinta monyet, cinta harta, cinta palsu, cinta laura, dan cinta-cinta lainnya yang membuat dunia ini begitu menarik.
Menurut saya cinta itu adalah sesuatu yang sakral yang sebaiknya tidak bermain-main dengannya. Bermain cinta memang menyenangkan bagi sebagian orang. Akan tetapi dampak buruk atau efek yang dapat ditimbulkan bagi orang yang cintanya dimainkan akan sangat tidak menyenangkan.
Untuk itulah maka hargai cinta dan hormati cinta agar kita maupun orang lain di sekitar kita tidak terluka karena cinta. Berikut ini adalah tips cara dari organisasi.org bagaimana caranya agar kita bisa menikmati cinta tanpa harus melukai orang lain.
1. Jangan jadi playboy/playgirl dan hindari playboy/playgirl
2. Jika tidak suka atau biasa saja jangan pacari orang itu, pdkt dulu
3. Katakan cinta jika kita yakin dia adalah pasangan hidup kita
4. Cinta dan nafsu birahi adalah dua hal yang berbeda (no free sex)
5. Carilah orang yang baik, setia, jujur dan cinta kepada kita
6. Jangan pacaran/menikah sebelum dewasa (21 tahun ke atas)
7. Kejarlah cinta sampai ke negeri Cina, berjuanglah demi cinta
8. Berbagilah cinta dengan orang-orang di sekitar kita
9. Cinta tidak harus memiliki. Lupakan dan coba lagi bila gagal
10. Bina cinta yang ada hingga nafas terakhir selamanya
11. Jangan pernah sakiti orang yang kita cintai dengan alasan apapun
12. Cinta sejati tidak dapat dibeli dengan uang tapi pengorbanan
13. Tuhan telah memberikan anda jodoh, temukanlah cinta anda
14. Cinta harus direstui agama, hukum, keluarga & masyarakat
Jangan pernah menyakiti hati orang lain baik bagi laki-laki maupun perempuan karena mereka memiliki akal pikiran, perasaan dan insting sehingga mereka akan patah hati dan terluka jika kita mengecewakannya. Orang yang rapuh dapat mati bunuh diri karena cinta. Orang yang dendam dapat melakukan tindakan kriminal atau perbuatan tidak menyenangkan kepada anda karena cinta. Oleh karena itu berhati-hatilah dengan cinta.
Semoga hidup anda menjadi indah dengan cinta.

Membakar sampah, baik kah?


Urusan kita dengan sampah tidak berhenti saat kita membuang sampah saja. Membuang sampah di tempatnya memang baik, tetapi masih ada hal-hal yang kita perlu perhatikan setelah membuang sampah.
Beberapa dari kita memilih untuk membakar sampah yang telah terkumpul. Apakah pilihan untuk membakar sampah merupakan pilihan yang baik? Ternyata membakar sampah malah menimbulkan masalah baru lagi, khususnya bagi kesehatan kita.

Saat membakar sampah dalam tumpukan, tidak terjadi proses pembakaran yang baik. Pembakaran yang baik adalah dengan membutuhkan Oksigen (O2) yang cukup. Berbeda saat membakar tumpukan sampah, mungkin bagian luar tumpukan cukup mendapatkan Oksigen sehingga menghasilkan CO2, tapi di dalam tumpukkan sampah akan kekurangan O2 sehingga yang dihasilkan adalah gas Karbon Monoksida (CO).

Lalu kenapa dengan gas Karbon Monoksida?
Gas Karbon Monoksida (CO) merupakan gas yang berbahaya, karena dapat membunuh kita secara massal. Bila kita menghirup gas CO, hemoglobin darah yang seharusnya mengangkat dan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh akan terganggu. Dengan begitu, tubuh akan mengalami kekurangan Oksigen, yang dapat berujung kematian.

Asap yang dihasilkan dari pembakaran sampah juga berbahaya, lho. Masalah juga muncul dari sampah organik, yang dapat mengakibatkan partikel-partikel yang tak terbakar akan berterbangan, atau menghasilkan reaksi yang menghasilkan hidrokarbon berbahaya. Hidrokarbon berbahaya yang dihasilkan asap pembakaran sampah, termasuk senyawa penyebab kanker yaitu benzopirena, nyatanya mencapai 350 kali lebih besar dari asap rokok. Semakin jauh, kita bisa terjangkit kanker paru-paru, infeksi paru-paru, asma, atau bronkitis.

Belum lagi dengan gas yang dihasilkan dari pembakaran sampah, yang juga dapat merusak atmosfer bumi. Gas tersebut adalah senyawa chlor, yang dihasilkan dari pembakaran plastik. Pembakaran bahan sintetis yang mengandung nitrogen, seperti nilon, busa poliuretan yang ada pada sofa atau karpet busa, juga membahayakan karena dapat menghasilkan gas HCN yang berbahaya.

Membuang sampah di tempatnya memang belum cukup. Proses dalam menghancurkan sampah nyatanya masih jauh lebih ribet lagi. Sehingga pada dasarnya, kita pun perlu mengurangi sampah, terutama sampah-sampah yang susah mengurai. Mengurangi konsumsi, memaksimalkan produk yang bisa digunakan berkali-kali daripada yang sekali pakai.

Be smart, be green.

Kamis, 22 Maret 2012

PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH


Globalisasi yang ada di hadapan kita sebagai sebuah fakta yang tidak bisa kita pungkiri, globalisasi memberi peluang dan fasilitas kepada kita yang sungguh amat luar biasa, globalisasi telah menembus semua penjuru dunia, bahkan sampai daerah terpencil sekalipun, masuk ke rumah-rumah,  memborbardir pertahanan moral dan agama, sekuat apapun dipertahankan. Televisi, Internet, Koran, Handphone, dan lain sebagainya adalah media informasi dan komunikasi yang berjalan dengan cepat, menggulung sekat-sekat tradisional yang selama ini dipegang kuat-kuat. Moralitas menjadi longgar, Sesuatu yang dulu di anggap tabu sekarang menjadi biasa-biasa saja. Cara berpakaian, berinteraksi dengan lawan jenis, menikmati hiburan di tempat-tempat spesial dan menikmati narkoba menjadi tren dunia modern yang sulit di tanggulangi. Globalsasi menyediakan seluruh fasilitas yang dibutuhkan manusia, negatif maupun positif. Banyak manusia terlena dengan menuruti seluruh keinginannya, apalagi memiliki rezeki melimpah dan lingkungan yang kondusif. Akhirnya, apa akibat yang timbul? karakter anak bangsa berubah menjadi rapuh, mudah diterjang ombak, terjerumus dalam tren budaya yang melenakan, dan tidak memikirkan akibat yang ditimbulkan. Prinsip-prinsip moral, budaya bangsa, dan perjuangan hilang dari karakteristik mereka. Inilah yang menyebabkan dekadensi moral serta hilangnya kreatifitas dan produktifitas bangsa. Saat ini, tidak sulit lagi bagi kita untuk mendapatkan gambar-gambar yang mempertontonkan bentuk-bentuk tubuh lewat majalah, televisi, bahkan handphone pun menjadi alat penyebar porno aksi, dan penampilan iklan yang menunjukkan kemolekan tubuh. Praktek seks pranikah yang dilakukan oleh pelajar semakin hari semakin meningkat dan hampir seimbang jumlahnya antara di kota dan daerah-daerah. Hal ini terjadi karena pengaruh budaya barat dan media melalui tayangan-tayangan yang vulgar serta cenderung mengarah pada pornografi dan pornoaksi.
Dengan melihat kenyataan diatas, pendidikan karakter sangat mendesak untuk diberlakukan di negeri ini. Dengan cara mengoptimalkan peran sekolah sebagai pionir. Pihak sekolah harus bekerja sama dengan keluarga, masyarakat, dan elemen bangsa yang lain demi suksesnya agenda besar menanamkan karakter kuat kepada peserta didik sebagai calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang. Mengapa harus lembaga pendidikan? Sebab, tanggung jawab utama Negara dan masyarakat dalam mempersiapkan kader masa depan yang berkualitas di bidang ilmu, moral, mental, dan perjuangan adalah lembaga pendidikan. Tapi kenyataannya, lembaga pendidikan formal selama ini di sinyalir hanya mementingkan aspek kecerdasan akademik, serta menganak tirikan aspek kecerdasan emosi dan spiritual,   pendidikan sekolah selama ini bisa dikatakan gagal pada aspek karakter. Sekolah terlalu terpesona dengan target-target akademis, dan melupakan pendidikan karakter. Sehingga membuat kreatifitas, keberanian, kemandirian, dan ketahanan anak didik dalam melalui berbagai ujian hidup menjadi rendah. Anak mudah frustasi, menyerah, dan kehilangan semangat juang sampai titik darah penghabisan. Lebih ironisnya, bahkan perguruan tinggi sekalipun, lebih menekankan pada perolehan nilai ulangan maupun ujian. Banyak guru yang berpandangan bahwa peserta didik dikatakan baik kompetisinya apabila nilai hasil ulangan atau ujiannya tinggi.
Karakter merupakan aspek yang penting untuk kesuksesan kita di masa depan, jadi apabila kita sudah mempunyai karakter yang kuat pasti akan terbentuk dalam diri kita mental yang kuat pula. Kalau mental kita sudah kuat akan terlahir spirit yang kuat, pantang menyerah, berani mengurangi proses yang panjang, dan berani menerjang arus badai dan gelombang  berbahaya yang menerpa kita. Karakter yang kuat merupakan prasyarat bagi kita untuk menjadi seorang pemenang dalam medan kehidupan, apalagi di era globalisasi ini. Tidak akan pernah ada peluang bagi kita untuk menjadi pemenang, apabila kita mempunyai karakter yang lemah. Kita akan menjadi pecundang, menjadi sampah masyarakat, dan kita akan tersingkirkan dalam proses kompetisi kehidupan yang ketat seperti saat ini, sebab kita tidak mempunyai prinsip, serta tidak mempunyai keberanian untuk menerjang gelombang, ombak dan badai kehidupan yang dahsyat. Kita akan menjadi orang yang penakut, ceroboh dan pergerakan kita bisa di baca dengan mudah oleh orang lain. Oleh karenanya, tanggung jawab utama Negara dan masyarakat dalam mempersiapkan kader-kader masa depan yang berkualitas di bidang ilmu, moral, mental, dan perjuangan adalah dimulai dari lembaga pendidikan. Pendidikan karakter merupakan pendidikan budi pekerti plus, yang melibatkan aspek pengetahuan, perasaan, dan tindakan. Tanpa ketiga aspek diatas, pendidikan karakter tidak akan efektif. Dengan pendidikan karakter yang di terapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Karena dengan kecerdasan emosi, seseorang akan lebih mudah berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.
Hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan  di Indonesia adalah pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, yang bertujuan membina kepribadian generasi muda. Pendidikan karakter juga berpijak pada karakter dasar manusia yang bersumber dari  nilai moral universal(bersifat absolut)agama, Pendidikan karakter memiliki tujuan yang pasti, apabila berpijak pada nilai-nilai karakter dasar tersebut. Beberapa nilai karakter dasar tersebut antara lain  cinta kepada Allah Swt dan ciptaan-Nya, tanggung jawab, jujur, hormat dan santun, kasih sayang, peduli dan kerja sama, percaya diri, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah, keadilan dan kepemimpinan, baik dan rendah hati, toleransi, cinta damai, serta cinta persatuan.
            Pendidikan karakter di sekolah harus berpijak pada nilai-nilai karakter dasar manusia dan di kembangkan menjadi nilai-nilai yang lebih banyak atau lebih tinggi sesuai dengan kebutuhan, kondisi, dan lingkungan sekolah itu sendiri. Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen  harus di libatkan. Komponen tersebut meliputi isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pemberdayaan sarana dan prasarana, pembiayaan, serta etos kerja seluruh komponen sekolah atau lingkungan. Jadi sangat diperlukan peningkatan intensitas dan kualitas pelaksanaan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal. Mengingat fenomena sosial yang meningkat dan semakin berkembang, seperti kenakalan remaja dalam masyarakat, seperti perkelahian massal dan berbagai kasus dekadensi moral lainnya. Bahkan di kota-kota besar tertentu, gejala tersebut telah sampai pada taraf yang sangat meresahkan. Oleh karenanya, lembaga pendidikan sebagai wadah resmi pembinaan generasi muda diharapakan dapat meningkatkan peranannya dalam pembentukan kepribadian peserta didik melalui peningkatan intensitas dan kualitas pendidikan karakter. 

KRITERIA GURU IDEAL

            Guru dalam istilah asing memiliki istilah yang berbeda, diantaranya; ustadz, muallim, mudarris(Arab), sensei(Jepang), teacher(Inggris). Namun semua itu secara umum ditujukan pada orang yang mengajar dan mendidik. Jika dipandang dari konteks jabatan, guru hanya memiliki makna terbatas bagi mereka yang mendidik di lembaga pendidikan formal. Jika ditinjau dari sudut pandang masyarakat, Negara dan Agama, profesi guru merupakan pekerjaan luhur dan mulia, sehingga guru dalam pandangan masyarakat mendapat gelar “pahlawan tanpa jasa” berkenaan dengan ugasnya yang luhur dan mulia. Disebut “pahlawan” karena tugas guru mempersiapkan generasi mendatang dan berkualitas. Disebut “tanpa jasa” karena guru melaksanakan tugasnya dengan penuh kesungguhan dan tanpa pamrih. Walaupun guru mendapat gaji, tetap tidak seimbang dengan tugasnya yang berat dan berisiko.
            Menjadi berat dikarenakan seorang guru harus membina tiga aspek kepribadian anak didiknya yang meliputi aspek Kognitif, Afektif dan Psikomotorik. Dalam membna tiga kepribadian ini bukanlah pekerjaan mudah dan membutuhkan waktu lama serta keakhlian khusus. Berisiko dikarenakan jika dalam membina tiga aspek ini tidak berhasil, khususnya pengembangan aspek Afektif, maka anak didik akan menjadi liar dan desdruktif, karena dalam pribadi anak kosong dari nilai-nilai moral,etika dan Agama, seperti banyak terjadi pada para pelajar akhir-akhir ini.
            Dalam kacamata Islam kedudukan guru sangatlah istimewa sebagaimana Sabda Nabi Muhammad Saw; yang artinya : “sesungguhnya Allah Swt dan Nabi Muhammad Saw dan para malaikat-Nya, seluruh makhluk di langit dan di bumi, sampai semut dan di liangnya dan juga ikan besar, semuanya bersholawat kepada orang-orang yang mengajarkan kebaikan pada manusia”(HR. Tirmidzi). Tingginya kedudukan guru dalam Islam tidak bias dilepakan dari pandangan bahwa ilmu pengetahuan bersumber dari Allah Swt, lantaran ilmu berasal dari Allah, maka guru pertama dalah Allah. Pandangan ini melahirkan sikap pada orang muslim, bahwa ilmu tidak terpisah dari Allah, dan ilmu tidak terpisah dari guru. Dengan demikian, kedudukan guru amat tinggi dalam Islam. Alasan lain mengapa guru mendapat kedudukan mulia dalam Islam terkait dengan kewajiban menuntut ilmu bagi setiap muslim. Proses menuntut ilmu berlangsung dibawah bimbingan guru, tanpa peran guru peserta didik sepertinya agak sulit untuk memperoleh ilmu dengan baik dan benar.
            Kedudukan guru yang istimewa dalam islam berimbang dengan tugas dan tanggung jawabnya yang tidak ringan. Seorang guru bukan hanya sekedar sebagai tenaga pengajar, tetapi sekaligus sebagai pendidik, guru berkewajiban mewujudkan tujuan pendidikan islam, yaitu mengembangkan seluruh potensi peserta didik agar menjadi muslim yang sempurna. untuk mencapai tujuan ini guru harus berupaya melalui beragam cara seperti mengajar, melatih, membiasakan member contoh, memberi dorongan, memuji, menghukum, dan mendo’akan.
            Sosok guru memiliki peran strategis dalam proses pendidikan, khususnya di tingkat institusional dan instruksional. Suatu kebijakan pendidikan yang ideal hanya akan menjadi slogan belaka tanpa keterlibatan guru, karena guru merupakan ujung tombak pelaksanaan berbagai konsep dan kebijakan pendidikan. Pertanyaanya, bagaimana sebuah pesantren menyikapi calon guru? Di pesanten tradisional misalnya, mendidik calon guru melalui pola pendekatan Takhassus, kaderisasi, dan ijazah. Para santri senior biasanya dididik secara khusus untuk menguasai kitab-kitab klasik tingkat lanjut (Kitab Kuning) di samping itu mereka juga dilatih ‘magang’ untuk mendidik para santri junior. Setelah dipandang layak, kiai memberikan izin dan kewenangan kepada para santri senior untuk mengajarkan ilmu yang telah mereka dapat pada orang lain.
            kriteria utama calon guru ala pesantren tradisional di tekankan pada aspek akademik (penguasaan kitab-kitab klasik tingkat tinggi) dan kepribadian yang mantap dibawah pantauan dan bimbingan langsung kiai, namun aspek keterampilan mengajar belum mendapat perhatian penuh, tidak ada batasan waktu berapa lama seorang santri telah dipandang layak menjadi guru, tergantung kemampuan individu dan restu kiai.
            Kalau di pesantren modern sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pesantren tradisional, hanya saja pesanren modern menekankan pada tiga aspek; penguasaan bahasa, pengetahuan umum, dan keterampilan mengajar. Ketiga aspek ini terdiri dari dua bagian; teori dan praktek. Bagian teori meliputi pedagogi, didaktik, dan metodik. Sedangkan bagian praktek, meliputi dua tahap; tahap persiapan, dengan cara mengajar di kelas kosong, dan tahap sesungguhnya dengan cara mengajar di kelas-kelas yata di bawah pengawasan guru senior. sebelum praktek mengajar dimulai dilakukan brbagai persiapan seperti latihan menulis, menggambar di papan tulis, dan latihan berbicara didepan murid.
            Banyak cara yang dilakukan lembaga pendidikan formal ataupun nonformal dalam menyiapkan calon guru, namun ada empat asumsi tipe guru ideal yang diharapkan dunia pendidikan, yaitu; pertama, guru yang memiliki kepribadian utama. Kedua, guru yang mampu mengajar dengan metode penyampaian yang baik. Ketiga, guru yang mampu membangun interaksi positif dengan murid di kelas. Keempat, guru yang memiliki kinerja yang menggambarkan bahwa dia memiliki kemampuan mendidik yang diukur melalui penguasaan materi, metode, media, dan kriteria lainnya.
            Banyak cara untuk mencapai citra guru ideal, misalnya pola pendidikan calon guru, penempatan dan pembinaan guru, serta jaminan kesejahteraan guru. Dari sekian cara tersebut, pendidikan calon guru memiliki peran penting sebagai langkah awal dalam menyiapkan calon guru. Dengan demikian,  pembentukan calon guru berkualitas harus diawali upaya penyelenggaraan pendidikan calon guru berkualitas pula, demi terlaksananya tujuan yang hendak dicapai dunia pendidikan.

Kamis, 15 Maret 2012

Al-Amien III

  • Thanks tas doax . . K'zhand . . Say. . . Aq kangen banget ma u . . Tpi . . .pliz. . G zah kpkran aq dsni . . Knpa aq ngmog kyak g2,coz blakangan ne aq inget mati trus . . U ikut program beasiswa ke syarif hdyatulh y? Subhanallah, . . Aq pasti kok akn slu doain u . . .

PENASARAN

i wanna say something to you .but for this chance, i can't say it . . . Maybe after graduation . . . You will know all about me . .  . . K'zhand i can't to forget u . But i hope to you , don't think about me always . There are many anything is important to think, it is your future . . . I always support you here . . . I miss k'zhand

semoga

  • Say . . Hax u, yg bisa mghpuz air mta q, mndgarkn keluh kesahq, mndgar celotehnq dan manjaku, hax u yg bisa mgerti ak, aq mncintai u menyngi u smpai akhr mntup Menutup mata